Rover Mini Cooper 1.3i, Injection, dari tahun 1990an, di Vienna. Lagi-lagi, masih asli semua, dan dipakai harian. Malahan sempat ketemu di jalan waktu lagi nunggu trem. Di tempat dia parkir, ada toko foto/frame. Sempat masuk, tanya-tanya, tapi yang punya toko nggak kenal siapa yang punya mobil...
Tuesday, February 26, 2008
Minis In Vienna and Rome...
Rover Mini Cooper 1.3i, Injection, dari tahun 1990an, di Vienna. Lagi-lagi, masih asli semua, dan dipakai harian. Malahan sempat ketemu di jalan waktu lagi nunggu trem. Di tempat dia parkir, ada toko foto/frame. Sempat masuk, tanya-tanya, tapi yang punya toko nggak kenal siapa yang punya mobil...
Monday, February 18, 2008
Pembatasan BBM!!
Pengguna kendaraan bermotor sekarang harus waspada. Pembelian BBM akan dibatasi dengan penggunaan smartcard untuk mengatasi persoalan subsidi BBM yang pemerintah hadapi saat ini. Kebijakan tersebut adalah hal jenius yang dapat dimunculkan pemerintahan SBY, karena dengan demikian dapat diartikan bahwa pemerintah bisa membebankan ketidakmampuannya dalam mengatasi persoalan BBM kepada rakyat! Hebat!
Subsidi BBM telah lama menjadi sumber persoalan pemerintah, terutama ketika pemerintah mengumumkan tidak akan lagi menaikkan harga BBM bersubsidi. Tapi yang terjadi adalah penyalahgunaan BBM bersubsidi. Kendaraan-kendaraan pribadi yang seharusnya memakai BBM non-subsidi malah berkonversi kepad BBM subsidi yang lebih murah; konversi tersebut berjalan lebih heboh daripada konversi minyak tanah ke gas!
Skema pembatasan BBM memang pernah terjadi di berbagai negara di seluruh dunia, namun kondisinya kebanyakan serupa. Inggris pernah menerapkan pembatasan BBM pada masa Krisis Suez (saat pipa minyak ke Eropa dipotong oleh Mesir), Amerika juga pernah membatasi BBM pada masa-masa Perang Dunia II. Sedangkan saat ini? Apakah Indonesia sedang berperang dengan negara lain? Apakah Indonesia terputus pasokan BBM-nya dari negara lain sehingga mengakibatkan kelangkaan BBM?
Persoalan BBM di negara ini disebabkan oleh ketidakma(mp)uan pemerintah dalam menerapkan strategi subsidi BBM yang dirancangnya sendiri! Disebutkan, subsidi diberikan bagi kendaraan-kendaraan umum dan tidak ada subsidi bagi kendaraan pribadi. Tapi, justru karena harga BBM bersubsidi yang lebih murah, pemilik kendaraan pribadi malah beralih kepada BBM subsidi tersebut. Dan pemerintah tidak melakukan apa-apa mengenai hal itu. Hal ini sudah jelas menandakan adanya penyimpangan dalam subsidi BBM.
Di mata saya, solusinya gampang saja: kendaraan umum sejak dulu sudah dibedakan dengan menggunakan plat nomor berdasar warna kuning, jadinya subsidi diberikan hanya kepada kendaraan-kendaraan berplat kuning saja. Kendaraan lain harus menggunakan harga non-subsidi. Untuk mengamankan jalannya subsidi tersebut, tempatkan polisi di setiap SPBU milik Pertamina, daripada polisi hanya mengincar kendaraan dengan tilang atau proses "damai".
