Thursday, May 7, 2009
Pabrik Mini
Memasuki tahun 1970an, Mini seringkali disebut Leyland Mini. Pada periode 1980an, BL dinasionalisasi karena problem keuangan dan digabungkan dengan Rover sehingga nama perusahaan menjadi Austin Rover Group dan Land Rover Group dibawah British Leyland PLC. Kali ini nama Austin Mini kembali dipakai. Kemudian Land Rover dibeli oleh Ford dan nama perusahaan menjadi Rover Group pada periode 1990an.
Sejak akhir 1980an, nama-nama Austin dan Morris tidak lagi dipakai untuk mobil. Nama Leyland ditujukan khusus untuk produksi truk. Mini sendiri disebut sebagai Rover Mini. Pada tahun 1994, BMW membeli Rover dan nama perusahaan berubah lagi menjadi MG Rover Group. Pada tahun 2000, BMW menjual MG Rover dan kemudian pada 2004, MG Rover secara resmi bangkrut dan aset-asetnya pun dijual. Kini merek-merek mobil tersebut berada antara lain: Mini (MINI) dimiliki BMW; MG (dan juga merek Austin, Morris, Wolseley dan Riley) dimiliki SAIC China; Jaguar, Daimler dan Land Rover dimiliki Tata Group, India. Kini, tidak ada lagi merek Inggris yang secara penuh dioperasikan oleh perusahaan Inggris.
Meskipun nama perusahaannya berubah-ubah, Mini sepanjang hidupnya pernah diproduksi di Oxford (awal 60an), Spanyol (70an), Australia (60an dan 70an, sebagian besar Mini Moke), dan Portugal (80an, khusus Mini Moke), juga di Chile, Belgia dan Afrika Selatan. Namun sebagian besar Mini diproduksi di pabrik Longbridge, Inggris.
Sunday, February 1, 2009
Kumpul Bulanan JMC Februari 2009
Gambar-gambar:









Thursday, January 15, 2009
KNOWING YOUR MINI series | 2 ≫ What’s My Mini, Exactly?
Varian
Sebetulnya artikel ini patutnya menjadi seri pertama dari seri KYM (Knowing Your Mini) karena dalam artikel ini, saya akan membahas tentang tipe-tipe Mini yang pernah dibuat, dan juga tentang istilah-istilah Mk1/Mk2/Mk3 dan seterusnya.
Atas: Morris Mini-Minor
Mobil rancangan Alec Issigonis ini pertama kali diluncurkan pada Agustus 1959, dan berhenti produksi pada Oktober 2001, inilah bentuk Mini yang semua orang kenal. Pada saat diluncurkan, terdapat dua merek yaitu Austin dan Morris. Versi Austin disebut Austin Se7en (atau Austin Seven) dan versi Morris adalah Morris Mini-Minor. Keduanya merupakan mobil yang sama. Padanan modernnya ialah antara Toyota Avanza dengan Daihatsu Xenia, mobil yang sama, hanya dengan merk berbeda. Perbedaan antara versi Morris dengan versi Austin sangat sedikit; Austin mempunyai grille krom bergelombang sementara Morris mempunyai grille datar dicat putih.
Atas: Austin Se7en
Keduanya memakai mesin yang sama: A-series 848cc, dan pada tahun 1967 muncul opsi mesin 998cc dan pada tahun 1993 menggunakan mesin 1275cc.
Atas: Mini-Van dan Mini Pick-Up
Tidak lama setelah itu, diluncurkan versi Pick-up dari Mini-Van dengan panjang bodi yang sama dengan Mini-van tapi mempunyai bak terbuka di bagian belakangnya. Keduanya berhenti diproduksi pada tahun 1983.
Berbeda dari Mini-Van yang tidak ada kaca samping belakang dan hanya mempunyai dua bangku di depan untuk
Atas: Austin Mini Countryman
Countryman/Traveller ditujukan sebagai versi Estate dari Mini yang bisa memuat 4 penumpang tapi dengan kapasitas barang yang luas. Mini-Van diproduksi sejak 1960 (Pick-Up; 1961) hingga 1983, sedangkan Countryman/Traveller pada tahun 1963 hingga 1969 digantikan dengan Clubman Estate, dengan hidung Mini Clubman pada 1969 sampai 1980.
Varian berikutnya ditujukan pada mulanya untuk keperluan militer. Akan tetapi, karena ground clearance yang terlalu rendah, penggunaaanya untuk militer menjadi tidak praktis. Di negara-negara tropis, varian ini menjadi terkenal karena mempunyai ruang terbuka yang besar. Mini Moke. Diluncurkan pada tahun 1964, produksi berjalan tersendat-sendat di Inggris tetapi sukses di Australia. Ketika produksi berhenti di Australia pada tahun 1980an, produksi berpindah ke Portugal hingga 1994. Sekarang, terdapat Mini Moke buatan Cina yang diluncurkan pada tahun 2007 kemarin.
Atas: Mini Moke
Varian berikutnya mungkin merupakan varian paling terkenal dari Mini. Diluncurkan pada tahun 1961 dan dihentikan pada tahun 1971 dengan nama Mini Cooper.
Ide awalnya muncul dari John Cooper yang mencari mobil penumpang yang memiliki pengendalian yang baik dan mempunyai potensi di trek balap maupun rally. John Cooper lalu tertarik dengan Mini, akan tetapi mesinnya saat itu (848cc) tidak mempunyai tenaga yang cukup untuk kompetitif di dunia balap. Ia pun lalu mengembangkan mesin A-series milik Mini sehingga mencapai kapasitas 997cc dengan karburator ganda dan disc-brake 7”. Beberapa tahun kemudian, spesifikasi ini disempurnakan dengan mesin 998cc khusus untuk Mini Cooper (berbeda dari mesin 998cc lainnya) dan karburator ganda dengan disc-brake 7,5”.
Atas: Mini Cooper S 1275cc Spesifikasi Rally Monte Carlo
Pada tahun 1963, diluncurkan versi lain dari Mini Cooper, yaitu Mini Cooper S dengan kapasitas mesin 970cc, 1071cc dan 1275cc. Mesin 970cc dan 1071cc sangat terbatas produksinya,
Tidak ada perbedaan badan mobil antara Mini Saloon dengan Mini Cooper kecuali tema pengecatan 2-warna (warna badan dengan warna atap berbeda). Mini Cooper S juga mempunyai pendingin oli dan tangki bensin kedua di sebelah kanan mobil sebagai standarnya. Mini Cooper dihentikan produksinya pada tahun 1969, sementara Mini Cooper S pada tahun 1971. Pada tahun 1990, Mini Cooper dibangkitkan kembali dari kubur oleh Rover (pemegang merk Mini saat itu) dengan mesin 1275cc
Atas: Riley Elf, dengan grille-nya yang unik dan bagasi yang lebih panjang
“You love it or you hate it…” tampaknya merupakan ungkapan yang pas untuk varian berikut, Mini Clubman. Diluncurkan pada tahun 1969, Mini Clubman mempunyai bentuk hidung kotak yang berbeda dengan Mini Saloon.
Penggemar Mini berkilah bahwa desain tersebut merupakan hal yang sangat dipaksakan, sementara penggemar Clubman menyatakan bahwa bentuk tersebut membuat banyak ruang tersedia di area mesin dibandingkan Mini biasa. Apapun, Mini Clubman diproyeksikan Mini kelas atas dibanding Mini versi ekonomis (mesin 848cc) dan Mini biasa (dengan mesin 998cc). Clubman mempunyai mesin standar 1098cc.
Atas: Mini Clubman
Bersamaan dengan Clubman, diluncurkan pula Mini
Selain itu, ada pula varian-varian lain dalam jumlah terbatas, seperti Mini Cabriolet yang diproduksi dari tahun 1993-1996, dan ERA Mini Turbo yang merupakan Mini dengan Turbo dari turbocharger Garret T3 yang diproduksi pada tahun 1989-1991.
Atas: Mini Cabriolet (1993-1996) - Kiri dan ERA Mini Turbo (1989-1991) - Kanan
Marks
Atas: Mini Mk1 dengan grille kumis, kaca geser dan engsel luar
Pada tahun 1967 diluncurkan Mini Mk2, yaitu tetap dengan kaca geser dan engsel luar, namun dengan bentuk grille lebik kotak (tidak lagi kumis), lampu belakang kotak dengan kombinasi sen-rem dan kaca belakang yang lebih besar sedikit.
Atas: Mini Mk2 dengan lampu belakang kotak
Mini Mk3 merupakan Mk terakhir yang secara resmi diakui oleh produsen Mini (Austin/Morris/Rover/Leyland/BMC). Akan tetapi, secara tidak resmi, dikenal beberapa lagi versi Mk dari Mini:
Mk4 (1976-1984) ditandai dengan adanya lampu mundur (mulai dari 1977), pegangan chassis menggunakan satu baut besar (awalnya dua baut kecil).
Atas: Mini Mk3 - engsel pintu sudah tidak di luar
Mk5 dimulai sejak tahun 1984 hingga tahun 1992 dan ditandai dengan standarisasi ban 12” dan disc-brake 8,4”. Pada tahun 1989 booster rem (Brake Servo) menjadi standar.
Mk6 (1990-1996) merupakan Mini yang sebetulnya dirancang khusus untuk peluncuran kembali Mini Cooper di tahun 1990. Di Mk ini pegangan mesin diubah sehingga lebih maju beberapa milimeter sehingga mesin MG Metro A+ Series 1275cc dan komponen-komponennya dapat dimuat dalam ruang mesin Mini.
Atas: Mini Mk5 dengan ban 12" - Bentuk Mini dari Mk4 hingga Mk7 tidak banyak berubah
Perubahan ini juga memungkinkan mesin 1275cc MG Metro – meskipun distel sedemikian rupa sehingga tidak mempunyai tenaga dan kompresi sebesar Mini Cooper - menjadi standar Mini di tahun 1992 dan juga dikembangkannya sistem Single-Point Injection (SPi) yang diimplementasikan pertama kali di Mini Cooper (1993-1996) dan Mini biasa di tahun 1994.
Mk7 merupakan versi terakhir dari Mini. Produksinya antara 1996 hingga 2001, Mk7 merupakan Mini yang menggunakan sistem Multi-point Injection (MPi) dimana 2 injektor bensin bertugas mengalirkan bensin ke ruang bakar. Hal utama di Mk7 adalah perubahan letak radiator dari samping ruang mesin menjadi ke bagian depan mesin tepat di belakang grille dengan fan elektrik.
Atas: Ruang Mesin Mini Mk7 - radiator sudah berada di depan mesin
Monday, September 1, 2008
Monday, August 4, 2008
KNOWING YOUR MINI series | 1>> Carburettor: HS or HIF??
Karburator
sama seri HIF. Seri H biasa dipake di tipe-tipe mobil yang lebih tua, kalau Mini sepanjang hidupnya sampai tahun 1993 pakai seri HS. HS2 punya diameter 1 1/4 inci, HS4 1 1/2 inci, HS6 1 3/4 inci. Setelah tahun 1993, Mini mempunyai mesin standar 1300cc memakai karburator HIF38 dan Mini Cooper dari tahun 1990-1993 memakai HIF44. Semua Mini Cooper produksi tahun 1961-1971 memakai double-carburettor HS2.Atas: Karburator HS4, standar untuk mesin 1000cc sejak 1969-1993
Seri HS punya penampung bensin di sisi bodi utama karburator. sedangkag Seri HIF merupakan pengembangan dari seri HS, dimana penampung bensin berada tepat di bawah bodi karburator dan tidak terpisah.
HS2 untuk mesin 850 dan 1000 awal, HS4 untuk mesin 1000 dan HS6 sebetulnya tidak resmi dipakai di Mini, tapi dipakai mobil-mobil Leyland ber-cc besar. HS4 sendiri ada dua tipe, Pre-Waxstat dan Waxstat. Pre-Waxstat biasa ditemui di mobil-mobil sebelum 1979 dan punya rumah jet berwarna merah, sementara Waxstat lebih modern dan tidak lagi berwarna merah untuk rumah jetnya.
Beda antara keduanya ialah pre-Waxstat dudukan jetnya fixed (tidak dapat bergerak) sementara Waxstat dudukan jetnya dapat bergerak naik-turun tergantung panas mesin. Logikanya, ketika mesin mulai menemukan panas operasional optimalnya, mesin memerlukan bensin lebih sedikit karena suhu mesin sudah ideal untuk pembakaran yang sempurna, makanya dudukan jet akan bergerak naik supaya lebih sedikit bensin bisa mengalir masuk. Pada kenyataannya, sistem tersebut kurang presisi sehingga sering terjadi pada saat mesin sudah mulai panas, putaran mesin pada idle meninggi lebih dari 1000rpm, atau malah menurun dari normal 750-850rpm. Pre-Waxstat tidak terpengaruh karena fixed. Tidak ada masalah besar karena hal ini, hanya saja akan sedikit merepotkan untuk menyetel rpm mesin pada saat idle karena tidak akan sama pada saat mesin dingin dengan saat mesin panas.Atas: Karburator HS2
HIF38 punya diameter 1 1/2 inci atau 38mm dan HIF44 punya diameter 1 3/4 inci atau 44mm. Seri HIF38 dipakai di Mini dengan mesin 1300cc dari 1993-1995 sebelum berganti ke single point injection, nah HIF44 aslinya dipakai MG Metro 1300cc tapi kemudian dipakai untuk Mini Cooper tahun 1990-1993.
Cara paling gampang dan paling jitu buat bedain HIF dengan HS yaitu melihat disamping bodi karbu-nya ada tabung penampungan bensin atau tidak. Yang lebih susah itu membedakan HIF38 sama HIF44 atau karbu HIF 1 1/2' dengan 1 3/4'. Bentuknya secara fisik sama persis sementara kalau HS2 dengan HS4 dengan HS6 bentuk fisiknya bisa dibedakan, tapi HIF38 sama HIF44 benar-benar sama persis. Satu-satunya cara untuk memastikan mana yang 1 1/2' mana yang 1 3/4' hanya dengan mengukur lebar lubang diameternya saja, 38mm atau 44mm. Banyak orang suka kecele melihat karbu HIF secara otomatif beranggapan pasti 1 3/4', padahal belum tentu.
Untuk perawatan, banyak orang bilang lebih gampang merawat karburator tipe HS karena simpel dan sederhana, sementara tipe HIF lebih kompleks daripada HS, cuma untuk nyamanny
a yang HIF memang sudah lebih sempurna, terutama di per karburatornya yang sudah menyatu tidak terpisah seperti HS, biasanya kalau pernya bukan aslinya, mobil akan endut-endutan kalau digas.Atas: double-carburettor HS2 seperti dipakai untuk Mini Cooper tahun 1961-1971
Untuk mesin 850cc, karburator 1 1/4" lebih enak karena cc mesin yang tidak menuntut rasio udara/bensin yang terlalu banyak.
Untuk mesin 1000, konsensus umumnya untuk performance dan ekonomi, dipakai karburator 1 1/2" (baik tipe HS4 ataupun HIF38), kalau mau pakai double-karburator, pakai double HS2. Mesin akan lebih enak di top speednya, tarikan lebih enak, tapi konsumsi bensin memang bertambah. Memakai karbu 1 3/4" akan overkill karena volume udara yang masuk bertambah lebih banyak daripada yang dibutuhkan mesin sehingga pembakaran tidak sempurna dan akan ada banyak bensin yang tidak terbakar oleh mesin.
Untuk mesin 1300cc ada dua pendapat, pertama pakai karbu diameter 1 3/4" dan kedua pakai karbu 1 1/2".
Memakai karbu 1 3/4 memang lebih enak untuk top speed, dan konsumsi bensin juga tidak terlalu beda jauh dengan karbu 1 1/2 tapi karbu 1 1/2 punya lebih banyak torsi sehingga tarikan awal lebih enak walaupun top speed berkurang. Untuk dobel karburator, lebih disarankan pakai twin 1 1/4", karena twin 1 1/2 ataupun 1 3/4 lebih ideal untuk mesin yang sudah diover-bore lebih dari 1300cc (misal untuk mesin 1380cc ataupun 1410cc alias 1275 yang dioverbore +40 dan +60).Atas: Karburator HIF. HIF38 dan HIF44 mempunyai bentuk fisik yang sama









