Minified!

Minified!
prepare to be... MINIfied!

Tuesday, October 20, 2009

MINI Coupe Concept Car


Setelah selesai dengan MINI Clubman, sekarang muncul lagi mobil konsep dari MINI yang diberi nama MINI Coupe Concept. Pertama kali dimunculkan ke hadapan publik pada Frankfurt Motor Show 2009 di bulan Oktober ini, MINI Coupe merupakan versi Sport 2-tempat duduk yang berdasarkan pada MINI Cooper S dengan setting mesin dari John Cooper Works.


Secara pribadi, MINI Coupe merupakan mobil sport yang sangat cantik, sporty dan gagah. Kelemahannya hanya satu: mereknya MINI... BMW tampaknya tidak cukup untuk membuat Mini baru yang pada kenyataannya lebih besar, lebih sempit dan lebih mahal daripada Mini klasik, namun juga berhasil membuat Minivan baru yang diberi nama Clubman (padahal Clubman merupakan derivatif lain dari Mini klasik dan TIDAK berbentuk van). Sekarang, mungkin para desainer MINI di Jerman melihat-lihat katalog Mini klasik dan melihat versi Riley Elf dan Wolseley Horney yang juga ,mempunyai buntut bagasi namun MAMPU menampung 4 orang dengan jok kulit, mesin 1000cc pertama sebelum versi Cooper hadir, dan dashboard kayu. Desainer tersebut mungkin bilang, "Wah! Seru nih, kalo bikin MINI kayak begini!"



Yah, setidaknya konsep MINI SUV yang sempat diperlihatkan beberapa waktu lalu tidak jadi kenyataan!



Saturday, September 5, 2009

Basa-basi?


Waktu lagi camping, sambil nunggu mobil kuning D1000CT dioprek, teringat pertanyaan-pertanyaan yang biasa muncul dari orang-orang awam tentang Mini. Pertanyaan-pertanyaan apakah gerangan tersebut? Inilah dia:

Q: Mas/mbak, mobilnya bagus ya.... Taun berapa?
A: (insert year here), mas

Q: Oooh... lebih tua daripada saya tuh. Ini mobil mereknya apa? FIAT ya?
A: (Sotoy berat ni orang) Bukan, Morris (padahal jelas-jelas di kaca belakang ada tulisan "JAKARTA MORRIS CLUB")

Q: Oooh... buatan Itali kan? Apa Jerman?
A: (tambah sotoy ni orang?!?!) Bukan, Inggris...

Q: Berapa CC nih, 800 sampe gak?
A: Yang ini (1000/1300) cc. Tapi Morris ada yang 850, 1000 sama 1300

Q: Berapa silinder? Tiga kan?
A: Empat silinder... Morris gak ada yang tiga silinder...

Q: Kuat pake AC gak nih?
A: Kuat, mas... Kalo enggak, gak tahan di Jakarta gak pake AC

Q: Oooh, berarti mesinnya udah diganti ya, kayak pake punya Kijang gitu?
A: Gak, mas. Masih orisinil. Kalaupun mau ganti mesin, musti pake punya Morris juga.

Q: Ah, masa mesin orisinil kuat pake AC?
A: Kuat mas, liat aja (bukain kap mesin)

Q: Wah, sempit juga ya ruang mesinnya?
A: Makanya gak bisa pake mesin dari mobil laen, mas.

Q: Kuat lari berapa nih? 100 dapet gak?
A: Saya kalau di tol biasanya lari 140-145 mas...

Q: Wah, kenceng juga ya?
A: Lumayanlah...

Q: Ngerawatnya susah gak? Mobil tua kan biasanya nge-rongrong?
A: Biasanya rusak gara-gara onderdilnya umurnya udah tua aja sih. Kalau udah di ganti, yaah sama aja kayak mobil biasa: periksa radiator, oli...

(ditahap ini biasanya sang penanya udah mulai keliling mobil sambil ngetok-ngetok panel-panel mobil... nyari dempulan, mungkin?)

Q: Saya suka nih sama mobil kecil kayak begini. Kira-kira 20jutaan dapet gak yang kayak begini?
A: Wah, yang kayak begini sih sekarang pasarannya udah sekitar 90-100 juta...

Q: Ah, masa! Mobil kecil begini?
A: Iya, mas. Bahan aja bisa 30 juta...

(ditahap ini, yang tadinya berdiri deket-deket mobil entah kenapa mulai sedikit mundur satu langkah...)

Q: Saya kira bisa dapet yang bagus 20 jutaan?
A: Buat Morris, susah mas sekarang...

Q: Kayak mobil baru aja ya?
A: Iya mas...

Q: Oooh... ya udah, makasih ya mas/mbak....
A: Iya, mas...

dan pergi lah mereka.....

Wednesday, July 29, 2009

Experiences from the Indonesia International Motor Show 2009

DIBAWAH INI MERUPAKAN PENDAPAT PRIBADI DAN BUKAN MERUPAKAN PERNYATAAN RESMI KLUB ATAUPUN MENGATASNAMAKAN KLUB JMC

So...

Indonesia International Motor Show (IIMS) 2009 berlangsung dari tanggal 24 Juli sampai 2 Agustus nanti. Sebagai klub, JMC diundang untuk mengisi stand. Hari Rabu malam (22 Juli) datang untuk rapat terakhir dan survey lokasi - diundang Panitia. Hari itu, tanda-tandanya kurang baik... Pertama, disuruh datang jam 10, baru mulai rapat jam 11. Kedua, rencananya akan dibagikan undangan VIP untuk pembukaan hari Jumat tapi undangannya belum siap. Ketiga (dan yang paling mengesalkan) adalah sambil menunggu datangnya undangan, para wakil klub-klub otomotif yang hadir diharapkan untuk ikut serta mendirikan tenda!

Oke... tunggu dulu! Sebenarnya dalam kapasitas apa Klub diundang dalam acara ini? Undangan, kah? Panitia, kah? Pekerja, kah? Jika kami memang pekerja, yang harus mendirikan tenda, maka seyogianya lah kami diberi kompensasi atas pekerjaan kami ini... Bisa berupa honor, makan, atau apapun bentuknya. Bila kami merupakan panitia, maka kami mestinya diberi tanda masuk panitia yang bisa dipakai berkali-kali dan bukannya kertas free-pass yang hanya berlaku satu hari sekali (meskipun, untuk adilnya, kami memang diberi 80 lembar pass, dan satu kartu tanda masuk hanya untuk PIC - Person In Charge dari Klub). Bila kami Undangan, kami mengharapkan segala sarana dan prasarana sudah siap untuk loading mobil pameran kami besoknya...

Masalah tidak berhenti disitu... Pengaturan stand dan jadwal pun kacau balau dan memusingkan. Contoh, untuk hari Jumat (tanggal 24 Juli) dan setiap hari Sabtu dan Minggu, setiap klub mendapat jatah 2 buah tenda dan bisa memuat 1 mobil. Untuk hari kerja Senin-Jumat, klub mendapat jatah 10 tenda namun penggunaannya bergantian dengan klub lainnya untuk keesokan harinya (misal: untuk hari Senin merupakan jatah untuk 10 klub tapi esoknya diganti 10 klub lain yang berbeda, dan seterusnya, tapi hari Jumat malam semua klub harus loading lagi untuk hari Sabtu dan Minggu). Hal tersebut sungguh merepotkan... Kenapa tidak menerapkan jadwal pasti untuk semua klub berpartisipasi selama seminggu penuh sehingga tidak perlu keluar-masuk mobil setiap harinya?

Lalu, terdapat masalah parkir... Ternyata, penjaga stand pada hari Jumat tidak mendapat penggantian parkir. Saya harus membayar Rp. 26.000 untuk parkir dari jam 07.00 sampai jam 20.00. Tapi, bukan nominal uangnya yang menjadi masalah, namun merupakan ketidakbecusan panitia dalam melihat dan mengantisipasi hal ini yang menjadi pemikiran. Belum lagi, tampaknya terdapat ketidaksepahaman antara pengelola Parkir/PRJ dengan Panitia IIMS. Mobil loading untuk display sangat susah dan repot untuk mengurus parkir gratis. Mobil harus membayar dulu parkir saat dia masuk sebelum jam loading, keluar lagi, lalu masuk lagi sambil menunjukkan kertas tanda parkir gratis dari panitia dan tiket tidak boleh hilang. Kenapa panitia tidak langsung memberikan data mobil display kepada pengelola lahan sehingga tidak perlu repot mengurus parkir? Data sudah diberikan dari malam sebelumnya... Lalu, ternyata meja dan listrik bukan merupakan fasilitas. Kami harus membayar Rp. 50.000 untuk menyewa listrik dan meja, sedangkan kursi tidak tersedia dan harus membawa sendiri.

Untuk hari Senin, jatah stand display untuk JMC, terdapat masalah lain... meskipun jatah tenda mendapat 10 buah tenda, namun Panitia sempat bersikeras bahwa mobil yang dapat didisplay hanya 5 mobil. Kenapa jumlah mobil harus dibatasi? Pemahaman klub ialah bahwa jatah space 10 tenda merupakan kewenangan panitia, namun ISI tenda merupakan hak klub. Apabila klub hanya ingin mengisi dengan 1 mobil dan sisanya dengan stand merchandise atau klub ingin mengisi dengan 10 buah mobil - asal muat dalam space-nya - tentu sah-sah saja bukan? Akhirnya panitia menyerah dan menyetujui bahwa 10 mobil boleh masuk, walaupun pada akhirnya yang bisa hadir hanyalah 6 mobil...

Pamerannya sendiri berlangsung tanpa ada hal yang menarik... Tidak ada Mercedes-Benz, tidak ada BMW, Honda tidak membawa ASIMO atau Civic Hybrid ataupun mobil konsep. Yang menarik mungkin hanya lapak Ivan's Motor yang membawa Hummer Limo, Ferrari, Lamborghini, dan Rolls-Royce Phantom. Selebihnya? Biasa saja...

Malahan, mungkin stand JMC yang paling banyak menarik perhatian orang banyak... Hari Senin, brosur JMC sebanyak lebih dari 100 lembar habis. Banyak orang berfoto-foto di mobil-mobil display. Banyak yang bertanya apakah mobil-mobil display dijual. Pandangan sekelibat mata menyimpulkan barangkali stand JMC merupakan stand yang paling banyak dikunjungi orang dibanding stand klub otomotif lainnya hari itu. Selepas makan siang, stand tidak berhenti didatangi orang. Kami yang menjaga stand baru dapat kesempatan untuk duduk agak lama sekitar jam 18.00. Jam 19.00-20.30 mulai banyak lagi orang yang datang untuk bertanya-tanya. Bahkan hari Sabtu dan Minggu kemarinnya tidak mendatangkan sebanyak orang seperti hari Senin...

Apakah IIMS2009 sukses bagi JMC? Mungkin, ya... melihat dari animo masyarakat yang tertarik dengan Morris / Mini. Apakah IIMS2009 merupakan acara sukses? Dilihat dari perspektif klub, jawabannya adalah: Tidak. Terlalu banyak masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu oleh Panitia (terutama antara panitia dengan pengelola lahan) sehingga klub-klub otomotif yang diundang untuk ikut meramaikan bisa merasa nyaman dalam berpartisipasi. Kami maklum bahwa IIMS2009 merupakan yang pertama kali diadakan di PRJ, namun dengan pengalaman 16 kali mengadakan acara sebelumnya, panitia seharusnya sudah mampu menutup lubang permasalahan berdasarkan pengalaman sebelumnya bukan?

Oleh-oleh foto dari IIMS2009:

Thursday, May 7, 2009

Pabrik Mini

Austin, Morris, BMC, Leyland, Rover? Siapa sebetulnya pembuat Mini? Pada tahun 1959 ketika Mini diluncurkan, Austin Motors dan Morris Motors baru saja bergabung membentuk British Motor Corporation atau BMC namun untuk produk-produknya tetap menggunakan merek Austin atau Morris meskipun keduanya sama. Pada tahun 1969, BMC bergabung dengan Leyland Cars, Jaguar dan Land Rover membentuk British Motor Holdings namun tak lama Jaguar dibeli oleh Daimler dan BLMC berganti nama menjadi British Leyland (BL). Tahun ini, nama-nama Austin Mini dan Morris Mini ditiadakan dan hanya menjadi Mini saja, tapi untuk pasar internasional nama pabrikan tetap dipakai, seperti di Indonesia nama tetap Morris Mini sedangkan di Amerika nama Austin Mini masih dipakai. BL memegang lisensi antara lain atas merek Austin, Morris, MG, Land Rover, Wolseley, Riley dan Leyland.

Memasuki tahun 1970an, Mini seringkali disebut Leyland Mini. Pada periode 1980an, BL dinasionalisasi karena problem keuangan dan digabungkan dengan Rover sehingga nama perusahaan menjadi Austin Rover Group dan Land Rover Group dibawah British Leyland PLC. Kali ini nama Austin Mini kembali dipakai. Kemudian Land Rover dibeli oleh Ford dan nama perusahaan menjadi Rover Group pada periode 1990an.

Sejak akhir 1980an, nama-nama Austin dan Morris tidak lagi dipakai untuk mobil. Nama Leyland ditujukan khusus untuk produksi truk. Mini sendiri disebut sebagai Rover Mini. Pada tahun 1994, BMW membeli Rover dan nama perusahaan berubah lagi menjadi MG Rover Group. Pada tahun 2000, BMW menjual MG Rover dan kemudian pada 2004, MG Rover secara resmi bangkrut dan aset-asetnya pun dijual. Kini merek-merek mobil tersebut berada antara lain: Mini (MINI) dimiliki BMW; MG (dan juga merek Austin, Morris, Wolseley dan Riley) dimiliki SAIC China; Jaguar, Daimler dan Land Rover dimiliki Tata Group, India. Kini, tidak ada lagi merek Inggris yang secara penuh dioperasikan oleh perusahaan Inggris.

Meskipun nama perusahaannya berubah-ubah, Mini sepanjang hidupnya pernah diproduksi di Oxford (awal 60an), Spanyol (70an), Australia (60an dan 70an, sebagian besar Mini Moke), dan Portugal (80an, khusus Mini Moke), juga di Chile, Belgia dan Afrika Selatan. Namun sebagian besar Mini diproduksi di pabrik Longbridge, Inggris.

Sunday, February 1, 2009

Kumpul Bulanan JMC Februari 2009

Hari Minggu, 1 Februari 2009 Jakarta Morris Club mengadakan Kumpul Bulanan untuk bulan Februari. Kali ini, karena sudah lama tidak jalan agak jauh, JMC mengadakan touring ke Puncak pada pagi hari. Jam 6 pagi sudah ada beberapa mobil yang berkumpul di Rest Area TMII, namun karena cuaca sedikit hujan, tidak sedikit yang baru datang sekitar jam 7. Tempat kumpul pun dipindah sedikit ke Rest Area Sentul. Total, ada 14 mobil datang, termasuk 2 Mini Moke, 1 Minivan dan 1 Morris Minor. Hawa Puncak yang dingin menambah nikmat menyantap jagung bakar, nasi goreng dan indomie rebus sebagai sarapan. Sebagian anggota kemudian meneruskan perjalanan ke Bandung untuk menengon teman kita, ketua Bandung Mini Owners Club, Pak Ronny yang sakit...

Gambar-gambar: